COVID-19 alias CORONA Itu Bukan Aib Yang Memalukan

Ga terasa sudah 10 hari diopname di rumah sakit, dari awalnya hanya merasa demam meriang aja sampai drop mendadak selama lebih kurang 2 hari 3 malam. Terima kasih atas dukungan, care dan doa dari teman-teman semua selama ini. Syukur walaupun hari ini saya masih harus bernapas dengan dibantu alat pernapasan seperti foto ini, tapi sejauh ini saya merasa sangat baik. Hanya saja ketika oksigen ini dilepas, saya masih merasa ngos-ngosan dan belum bisa bernapas dengan baik secara alami.

Ada beberapa teman yang bertanya kenapa gw berani share cerita gw kena covid di media sosial? Apa gw ga malu? Ada beberapa teman menyarankan gw hapus aja postingan gw tentang gw kena covid-19 ini, alasannya nanti gw dijauhi oleh teman-teman karena takut ama gw, dll. Ada pula yang nyiyir, ach… cari perhatian aja. Gw juga pernah kena corona, tapi ga sampai segitunya kali. Yach… bro, mungkin lu kenanya yang ringan-ringan aja ga sampai kayak gw saat ini yang sampai bernapas aja harus dibantu dengan alat bantu, jadi belum merasakan bagaimana rasanya ga bisa bernapas. Tapi yach… pengalaman dan pandangan tiap orang berbeda-beda lach, and I appreciate you all though whatever you think of me. And this is me, Xiao Kang.

Ok, di sini saya mau mempertegas satu hal, gw share di media sosial bukan untuk mencari perhatian, bukan mencari simpati, dan bukan mencari “likes” di media sosial. Saya sendiri share karena saya PEDULI. Saya share karena saya ingin menegaskan ke semua bahwa COVID-19 alias CORONA itu nyata, corona itu bukan hoax, dan satu lagi CORONA itu bukan AIB yang harus kita tutupi.

COVID-19 atau CORONA itu adalah BENCANA KEMANUSIAAN yang sedang dihadapi oleh umat manusia saat ini. Sekali lagi saya tegaskan, sudah saatnya kita bangkit dan berani berkata: “I am Covid-19 survivor” dan bukan hanya diam tak bersuara karena merasa malu/aib karena pernah terpapar corona. Ingat, sekali  lagi, CORONA itu bukan AIB yang harus kita tutupi, corona murni adalah sebuah bencana kemanusiaan.

Kita tidak perlu merasa malu/aib karena pernah terpapar oleh yang namanya corona ini, justru sebaliknya dengan kita share dan berbagi pengalaman ke semua orang, akan semakin menyadarkan orang-orang disekeliling kita akan bahayanya covid-19 ini, menyadarkan semua orang bahwa corona itu nyata dan bukan hoax sehingga orang-orang di sekeliling kita akan menjadi semakin sadar untuk menjaga diri dan ikut prokes.

Sekali lagi ingat, tepapar COVID-19 alias CORONA itu bukan sesuatu yang MEMALUKAN / AIB. Saya menghimbau teman-teman yang sudah pernah terpapar corona untuk berani berbuka suara dan ikut berkampanye akan bahayanya corona ini biar masyarakat kita semakin sadar akan kesehatan, dan semakin sadar untuk bisa ikut prokses.

Salam sehat selalu untuk kita semua.

Nb. Saya belum bisa cerita pengalaman yang saya selama drop 3 hari kemarin itu karena kondisi tubuh belum memungkinkan untuk ketik panjang lebar, nanti tunggu kondisi lebih memungkinkan, saya akan cerita lebih banyak lagi. Dan terima kasih sekalagi atas segala cinta, kasih dan perhatian dan doa dari teman-teman semuanya yang tidak bisa saya balas satu persatu. I love you all.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama